Tulisan-tulisan ini...

Semua tulisanku diinspirasikan oleh kisah nyata, sungguh nyata, dengan nama dan beberapa hal telah kuganti untuk melindungi privasi orang yang bersangkutan. Tulisan-tulisanku ini tidak untuk mengangkat 'kecengengan' atau 'kesedihan' tetapi sebaliknya, kisah-kisah yang kutulis ini adalah kisah-kisah perjuangan yang walau tidak mudah namun akhirnya penuh kemenangan dari pribadi-pribadi yang berhati baik.

-Salam hormat & kasihku untuk semua keluarga Indonesia.

Kembali Kepada Ayah Anak-anakku


            Seorang ibu yang akan menjemput 2 anak laki-lakinya, menyempatkan diri berbicara pada saya.
            ”Saya hanya ingin bertanya sebentar.. Apakah jika di rumah ada orang yang suka marah-marah dan banting-banting barang, hal itu bisa menyebabkan trauma pada anak?” Tanya ibu itu.
            ”Apakah di rumah ibu ada orang yang demikian?” Tanya saya. Ibu itu berkata, ”Mertua perempuan saya. Ia seorang yang histerikal, jika berbicara, sangat pedas dan kemauannya harus dituruti. Jika tidak, maka ia akan berteriak-teriak, membanting barang dan beberapa kali mengancam akan bunuh diri... Saya khawatir dengan anak pertama saya, dia suka panik, mudah keringat dingin, dan ketakutan.” Katanya lagi.
            ”Apakah suami ibu mengetahui hal ini?” Kembali saya bertanya.
            ”Bulan lalu saya bawa 2 anak saya pulang ke rumah orangtua saya. Saat itu saya berpikir bahwa saya harus meninggalkan suami saya karena ia tidak memilih untuk menyelamatkan kami. Setelah 1 minggu saya meninggalkannya, suami saya mengajak saya berbicara, dia bilang dia mengerti mengapa saya meninggalkannya yaitu agar anak-anak kami tidak selalu ketakutan karena ulah nenek mereka... Suami saya bilang, ia tidak bisa meninggalkan ibunya yang hanya merasa cocok tinggal dengannya ketimbang saudaranya yang lain, tetapi, itu tidak berarti ia tidak sayang pada anak dan istrinya... Suami saya sudah berulang kali memberi pengertian pada ibunya tentang perilakunya, tapi ibunya sulit berubah... Suami saya pun berkata bahwa ia tidak bisa terus-menerus meminta pengertian dari orang yang tidak bisa mengerti, jadi ia datang pada saya, istrinya, orang yang diharapkannya lebih bisa mengerti dan mau berjuang menghadapi hal ini.” Papar sang ibu.

”Saya putuskan untuk kembali pada suami saya, saya harus memberi teladan pada anak-anak saya untuk tetap menghormati orangtua dengan segala kekurangan dan kelebihannya... Saya pun tidak ingin memisahkan anak-anak saya dari ayah mereka... Sekarang, saya hanya ingin menanyakan, benarkah anak saya bisa trauma?”

Saya menjawab, ”Saya mengerti ini adalah dilema. Tetapi saya melihat besarnya cinta kasih suami-istri yang mau berjuang untuk bersatu, saya sangat yakin ibu dan suami dapat melindungi anak-anak dengan baik walaupun perlu perjuangan.” Saya menjawab tanpa ragu, tanpa nasihat.
Jawaban saya sebenarnya bukan tanpa alasan; suami yang mengajak istrinya berbicara secara baik-baik, istri yang kembali pada suaminya dengan alasan yang benar... Tentulah mereka akan berjuang juga mencari cara melindungi anak sulung mereka.. Itulah pembicaraan saya dengan ibu itu 5 tahun yang lalu, kini saya mendapat kabar bahwa 2 anak laki-lakinya berprestasi sangat baik di sekolah.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
Principal of Yemayo Advance Education Center
FB fanpage: http://www.facebook.com/pages/Yacinta-Senduk/124113834349748
Blogs:
www.yacintasenduk.blogspot.com
www.yacintasenduk.wordpress.com
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian


1 komentar: