Mama adalah Orang Bodoh

Saat berbicara tentang kata-kata ‘aku sayang padamu’, seorang wanita membagikan ceritanya.
     “Mama-ku seorang ibu rumah tangga. Penampilannya urakan, bicaranya pun lantang. Hidupnya dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan rumah tangga, dari menyuci dan menyetrika baju, memasak, menyapu dan membersihkan rumah, ia benar-benar terlihat tidak pernah bisa diam. Bahkan saat suami dan anak-anaknya berada di ruang tengah, mama jarang sekali duduk bergabung. Sesekali ia membawakan air putih untuk papa, lalu ia akan me-lap meja ruang keluarga sementara kami duduk santai sambil menonton televisi. Begitulah mama, jarang sekali ia berbicara, sesekali ia berbicara seringnya dengan nada-nada tinggi misalnya jika mama melihat makanan jatuh di meja atau di lantai, mama bisa menegur marah, ‘nggak ngerti ya, mama sudah capek ngurusin rumah seharian?!!’ Walau dengan marah-marah, mama-lah yang akan membersihkannya.” Papar wanita itu.
     “Kami anak-anak kurang mengenal mama dengan baik. Ia adalah seorang ibu yang hanya bekerja dan bekerja saja walaupun di rumahnya sendiri. Sementara suami dan anak-anaknya mirip seperti raja-raja yang akan selalu dilayani, mama selalu menempatkan diri seperti seorang pembantu.”
     “Kini, kami anak-anak sudah besar-besar, mama juga semakin tua tetapi kegiatannya membenahi rumah tidak juga berhenti. Kami terus menikmati fasilitas kamar yang bersih, pakaian yang selalu tersusun rapi di lemari, makan yang selalu tersedia tiga kali sehari dengan kudapan di sore hari.. Sampai akhirnya, ada kerinduan besar mendera di hatiku untuk menatap wajah wanita yang melahirkanku itu namun yang selalu menempatkan dirinya sebagai pembantu kami…”    
     “Suatu hari, kupegang tangan mama, ia terkejut dan segera membuang tanganku. Mama hanya terkejut, aku yakin mama tidak bermaksud jahat. Sekali lagi kupegang tangan mama, aku berkata, ‘Ma..’ Mamaku menoleh dan berkata, ‘Apa sih?’ Mama masih membuang tanganku. Kupegang lagi tangannya, ‘Ma..’ Mama menoleh dan sebenarnya ia hendak marah melihatku, tetapi kemudian ia terdiam. ‘Aku sayang mama.’ Kataku. Dan tiba-tiba airmataku bergulir tak tahu kenapa. Mama membuang tanganku ingin segera pergi. ‘Aku sayang mama!!’ Kali ini aku berteriak. Mama membalikkan badannya melihatku, ‘kata-kata apa itu?’ tanya mama. ‘Aku sayang mama, mengapa mama selalu sibuk dan tidak pernah mau melihatku?’ Tanyaku.. Sejenak mama terdiam lalu berkata,‘Mama ini orang bodoh! Dari dulu di antara semua kakak-beradik, mama yang paling bodoh. Sekolah mama tidak selesai karena mama bodoh! Kakek-nenekmu bilang mama bodoh! Hanya dengan mengurus rumah sajalah mama akan lupa kalau mama adalah orang bodoh.. Apa kau tidak malu punya mama yang bodoh?’ Tanya mama dengan suaranya yang agak kasar tapi sebenarnya ia memendam kesedihan yang besar. Aku memeluk mama dan berkata, ‘sampai kapanpun, mama adalah mamaku dan aku sayang mama’. Tiba-tiba mamaku menangis meraung-raung, betapa dalam kesedihannya yang telah bertahun-tahun memendam kata-kata ‘bodoh’ yang ditanamkan ayah-ibunya sendiri.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
FB fanpage: Yacinta Senduk
Follow twitter: @Yacinta_Senduk
Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A untuk twitter keluarga harian

Ikuti sekilas parenting kami di youtube: http://youtu.be/DB_ewJfxGzg


Bunda BELANJA atau PASANG IKLAN GRATIS:
http://www.bundabijakpandai.blogspot.com

1 comments:

  1. jadi ingat mama... :( kadang ga sengaja ngebentak mamaa..izin d shrng yaa mba :)

    BalasHapus