Tulisan-tulisan ini...

Semua tulisanku diinspirasikan oleh kisah nyata, sungguh nyata, dengan nama dan beberapa hal telah kuganti untuk melindungi privasi orang yang bersangkutan. Tulisan-tulisanku ini tidak untuk mengangkat 'kecengengan' atau 'kesedihan' tetapi sebaliknya, kisah-kisah yang kutulis ini adalah kisah-kisah perjuangan yang walau tidak mudah namun akhirnya penuh kemenangan dari pribadi-pribadi yang berhati baik.

-Salam hormat & kasihku untuk semua keluarga Indonesia.

TipsBermanfaat

Tips - Menghabiskan waktu saat liburan
 
Sudah dekat mau liburan... hhmm, bahkan jika anda dan keluarga tidak berlibur kemana-mana sekalipun, tetap sangat perlu ada perencanaan yg baik tentang aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan. Waktu-waktu yang idle terlalu banyak, menyebabkan orangtua ataupun anak terlalu banyak tidur atau terlalu banyak diam di depan TV sehingga akan terjadi penurunan kesigapan yg besar. Ini sering menimbulkan masalah emosi kesal, marah, jengkel yang panjang dan memerlukan waktu adaptasi yg lama saat harus beraktivitas normal kembali...

Sebaliknya, jika liburan bersifat riang, aktif namun rileks; saat waktu beraktivitas (kerja atau sekolah) tiba, ia akan cepat beradaptasi sigap menghadapi tantangan selanjutnya.

Orang-orang sukses tidak pernah benar-benar memperpanjang waktu tidur mereka bahkan saat berlibur sekalipun. Mereka hanya mengurangi aktivitas yang terlalu menguras energi, namun jiwanya tetap selalu aktif mencari ide-ide untuk dilaksanakan... -Tetap semangat!




Tips - Jika ingin mendidik, perlihatkan PROSES dan HASIL

Jangan biasakan memberi kepada buah hati anda sesuatu yang tidak ia mengerti prosesnya karena itu akan membuat anak tidak berpikir dan tidak kreatif. Sebagai contoh, jika ia ingin sesuatu, pada anak yang lebih kecil, buatlah agar ia melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Untuk anak yang lebih besar, buatlah agar ia menabung terlebih dahulu baru anda tambahkan sedikit uang anda dan barulah membelinya.

"Membuat sesuatu" adalah proses yang sangat bagus untuk membangkitkan kreatifitas juga proaktifitas. Banyak sekali anak-anak yang tumbuh besar terlihat malas dan buruk sekali tingkat proaktifitas mereka. Kehidupan mereka sudah begitu mudah, serba dibantu, sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi lamban.
Yuk! Bangun proaktifitas mereka - Misalnya anda akan membuat tenda, jangan biarkan anak anda bermain di tenda yang sudah jadi sementara orangtua yang susah payah membangunkan tendanya. Bayangkan, setelah bosan bermain, tenda rubuh dan mereka tidak perduli lagi, sehingga orangtua yang membereskannya. Wah! Jangan biasakan ini terjadi.. Orangtua perlu meminta anak membantu mendirikan tenda tersebut dan melihat usaha-usaha apa yang diperlukan sehingga tenda itu bisa berdiri. Minta anak anda pula berpartisipasi untuk mendirikan tenda tersebut. Sebaiknya, walaupun orangtua sudah tahu proses pembuatan tenda tersebut, coba lontarkan pertanyaan-pertanyaan, seperti, hhhmmm, bagaimana supaya tenda ini bisa berdiri ya? Atau, tongkat yang ini seharusnya kita pasang dimana ya? Apakah 3 tongkat sudah cukup menopang? Dengarkan juga apa pendapat anak anda dan lebih baik lagi jika ia ikut mencoba-coba...

Contoh lain lagi, minggu lalu saya menyarankan anda untuk memasak bersama, kan di Televisi sudah banyak tayangan para chef-chef Junior jadi memasak bukan hanya untuk kaum ibu saja nih... Nah, di proses memasak ini juga, seperti membuat adonan, membuat bumbu, ada begitu banyak pertanyaan yang dapat anda lontarkan kepada anak yang akan membantu memperkuat nalar anak, kreatifitas dan proaktifitas. Tentang rasa, misalnya, coba kita cicipi, ini kurang apa ya? Sudah enak atau belum ya? Rasanya ada yang kurang, kira-kira kita tambah apa ya? Hidangan ini supaya terlihat cantik, kita tambah apa ya?

Tidak hanya membuat tenda atau memasak loh... Ada banyaaaak sekali aktifitas yang bisa orangtua lakukan agar buah hati ikut berperan serta, dari yang sederhana seperti melipat selimut, melipat kertas sehingga menjadi bentuk sesuatu (origami), membuat mainan-mainan tradisional dari kayu, dari daun, dari tongkat, dan macam-macam lagi... Buatlah anak-anak anda melihat PROSES, tentunya ia akan menghargai HASIL.. Anak yang berpikir dan dibuat sibuk dengan eksperimen-eksperimennya akan menjadi pribadi-pribadi handal yang jauh dari sebutan "nakal". Emosinya pun akan menjadi lebih baik dan teratur karena ia akan asyik mencoba memperbaiki 'eksperimen'nya tersebut, saat ada kesalahan, ia tertantang untuk gigih memperbaiki. Nyatanya, nakal itu memang seringnya karena anak tidak diberikan aktifitas yang cukup...

Belajar... Memang harus mulai dari rumah... ;)


 
Tips - Biasakanlah komunikasi terbuka.

Contoh komunikasi tertutup:
"Pa, matematika aku dapat nilai 100". Jawab: Bagus!
"Ma, tadi ulangannya susah". Jawab: Habis nggak belajar sih...
"Ma, tadi aku dimarahin bu guru". Jawab: Makanya jangan bandel...

Pola komunikasi tertutup membuat anak-anak tidak semangat datang kepada anda orangtuanya untuk sekedar curhat atau bercengkrama dengan orangtuanya. Berilah kata tanya dan dengarkan pendapat anak... Seringnya, anak hanya ingin didengarkan bukan ingin minta diberi solusi.

Contoh komunikasi terbuka:
"Pa, matematika aku dapat nilai 100". Jawab: Wah, bagus! Bagaimana bisa sampai dapat 100? Papa ingin tahu...
"Ma, tadi ulangannya susah". Jawab: Oh ya? Soal apa yang susah?
"Ma, tadi aku dimarahin bu guru". Jawab: Wah.. Ada apa, nak?



Tips - Akhir bulan nih... "Jadwalkan"

Banyak orangtua dengan jujur berkata bahwa mereka tidak punya banyak waktu untuk anak-anak mereka karena pekerjaan mereka yang menumpuk. Ok deh, itu kalau dilihat dari hari ke hari... Sekarang, di akhir bulan ini, mari kita lihat kalender dan mulai buat jadwal. Nah, jadwalkanlah di dalam sebulan ini untuk meluangkan waktu untuk berkumpul lengkap. Jadwalkan dan niatkan... Masakan di dalam 30 hari ke depan ini, orangtua benar-benar tidak punya waktu. Punya kok... Sedih kan kalau saat kita sudah tua nanti, anak kita yang akan balik berkata, aku tidak punya jadwal untuk berkumpul dengan papa-mama. Uang yang kita kumpulkan itu nanti jadi tidak berguna deh.. Jadi, siasatilah hal ini dengan membuat jadwal, lebih seru lagi, ajak putra-putri anda juga bersama membuat jadwal ini. Tanyakan pada mereka apa yang ingin mereka lakukan bersama-sama.. Nah! Boleh sibuk tapi tetap harmonis, kan kereeennn tuh.... -Senaaaangnyaaaa


Tips - Supaya tidak suka dunia dugem.

Jika ingin anak terhindar dari dunia hingar bingar atau dunia dugem saat mereka besar nanti, mulai sekarang biasakan di rumah memasang lagu-lagu berirama tenang (bukan lambat, bukan cengeng), lebih aman memasang lagu-lagu klasik atau instrumen tanpa kata-kata.. Selain bisa meningkatkan konsentrasi dan fokus, irama hingar bingar akan ditolaknya mentah-mentah kemudian...

- Add Yemayo-AEC BB Pin: 2736346A
- Whatsapp Yemayo-AEC: 0812-8985-9968

          Untuk pengguna HP Blackberry dan Android, download application Yemayo. Dapatkan berita seputar tulisan dan aktivitas kami, berikut tulisan-tulisan saya.

Mari berkenalan dengan Pre-School kami untuk usia 2 s.d 6 tahun, dengan konsep interaksi penuh dengan murid: www.juniory-pre-school.blogspot.com
          Untuk pengguna HP Blackberry application Yemayo Juniory Pre-School